Rabu, 27 Maret 2013

Kisah Nyata Skandal Seks Seorang Tante Girang Pekanbaru

PekanBaru | TrasSumut
Orang pikir, bila sudah ambil alasan “urusan keluarga”, semuanya bisa dimaklumi. Nanti dulu! Rahmad, 39 (bukan nama sebenarnya), dari Riau, telah menguji materi bahwa tak selamanya alasan itu benar.
Buktinya sang istri, Yunita, 35 (bukan nama sebenarnya), katanya pergi urusan keluarga, tak tahunya malah kelonan dengan PIL-nya.

Pepatah lama mengatakan, sekali lancung ke ujian seumur hidup orang takkan percaya. Jika sudah sering berbuat bohong, mana ada orang mau percaya kepadanya. Apa lagi bank, sekali nasabah telat nunggak cicilan, utang berikutnya pasti takkan dilayani. Pindah ke bank lain sama saja, karena namanya sudah di “black list” di Bank Indonesia.

Kebohongan Yunita memang tak sampai urusan bank. Tapi bohong pada suami jadi pekerjaan sehari-hari. Awalnya Rahmad percaya saja atas segala alasan istri yang tetek bengek itu. Di antaranya, dia sering pulang ke rumah orangtuanya dengan alasan “urusan keluarga”. Nggak tahunya, ada teman yang menginformasikan bahwa hari A tanggal B, dia melihat Yunita jalan dengan lelaki C di hotel D.

Tentu saja Rahmad terkaget-kaget. Kok begitu teganya sang istri mengkhianati cintanya. Tapi untuk menuduh langsung seperti apa yang dikatakan teman, terus terang Rahmad tak berani karena tanpa didukung bukti atau fakta otentik. Akhirnya Rahmad hanya bisa berharap semoga nanti ditemukan teknologi, yang bisa melacak ke mana saja kepergian istri hari ini. Ya semacam spedometer begitulah, semakin banyak penambahan angka, berarti semakin jauh motor “dikendarai”.

Walhasil laporan teman itu hanya dipendam dalam hati. Tapi ketika beberapa hari lalu kembali istrinya minta izin urusan keluarga, diam-diam dia membuntuti. Kepala keluarga dari Komplek Pemda Siak itu dari jauh memantau ke mana saja istri pergi. Ternyata benar. Yunita memang tidak ke rumah orangtuanya, melainkan cek in di hotel daerah Pakanbaru. Begitu istrinya masuk kamar, Rahmad segera mengontak Satpam hotel.

Penggerebekan segera dilakukan. Ternyata benar. Di dalam kamar tersebut sudah menunggu seorang lelaki yang jadi PIL Yunita. Sudah barang tentu keduanya terkesiap, meski belum berbuat apa-apa, apa lagi sampai “nihil”. Untungnya Rahmad ini orangnya penyabar, dia hanya menegur istri penuh sindiran. “Urusan keluarganya di hotel ini toh?” kata Rahmad telak, sementara Yunita hanya tertunduk malu, begitu pula doinya.
Malam itu juga kasus skandal asmara ini diserahkan ke Polres Pekanbaru. Keduanya dikenakan pasal perzinaan, meski belum ada bukti bahwa keduanya sudah melakukan persetubuhan dengan bukan pasangannya. Tapi logikanya, bukan muhrim malam-malam berdua di hotel mau ngapaian?[ wihans web indonesia ] 

Sumber : http://trassumut.com/2012/04/27/kisah-nyata-skandal-seks-seorang-tante-girang-pekanbaru/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar